Maka pada saat itu anak-anaknya merasa belas kasihan kepada ayahnya, lalu mereka berkata kepada ayahnya dengan nada memelas dan lemah lembut:
*Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf.*
Yakni engkau masih tetap ingat kepada Yusuf.
*...sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat.*
Yaitu kekuatanmu menjadi memudar dan lemah.
*...atau termasuk orang-orang yang binasa.*
Mereka mengatakan bahwa jika keadaan ini terus-menerus berlangsung atas dirimu, kami merasa khawatir kamu akan menjadi orang yang binasa.