Allah Swt. menghibur hati Rasul-Nya di saat beliau menghadapi tantangan dari orang-orang yang mendustakannya dari kalangan orang-orang kafir Quraisy, bahwa Dia telah mengutus rasul-rasul-Nya di kalangan umat-umat terdahulu sebelumnya. Dan sesungguhnya tidak sekali-kali datang kepada suatu umat seorang rasul, melainkan mereka mendustakan dan mernperolok-olokkannya.
Kemudian Allah Swt. memberitahukan bahwa Dia telah memasukkan rasa ingkar ke dalam hati orang-orang yang berdosa, yaitu mereka yang ingkar dan menyombongkan dirinya, tidak mau mengikuti hidayah (petunjuk).
Anas dan Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu) ke dalam hati orang-orang yang berdosa. (Al Hijr:12) Makna yang dimaksud ialah kemusyrikan.
Firman Allah Swt.:
dan sesungguhnya telah berlalu Sunnatullah terhadap orang-orang dahulu. (Al Hijr:13)
Artinya, telah diketahui apa yang diperbuat oleh Allah terhadap orang-orang yang mendustakan rasul-rasul-Nya, yaitu Dia membinasakan dan menghancurkan mereka: juga bagaimana Allah menyelamatkan para nabi dan para pengikutnya di dunia dan di akhirat.