Kemudian Allah Swt. menyebutkan sifat Kemuliaan-Nya dan Kelapangan-Nya terhadap orang-orang mukmin yang durhaka, bahwa barang siapa di antara mereka yang bertobat kepada Allah, tentulah Allah menerima tobatnya. Untuk itu Allah Swt. berfirman:
*Kemudian sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohan.*
Sebagian ulama Salaf mengatakan bahwa setiap orang yang berbuat durhaka, dia adalah orang yang bodoh.
*...kemudian mereka bertobat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya).*
Maksudnya, mereka berhenti dari melakukan perbuatan-perbuatan maksiat dan mulai mengerjakan amal-amal ketaatan.
*...sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. *
Yakni sesungguhnya Allah Swt. —sesudah mereka mengerjakan perbuatan itu dan tergelincir— benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada mereka yang bertobat.