Setelah Allah menyebutkan bahwa Dia telah memperjalankan hamba-Nya—Nabi Muhammad Saw.— di suatu malam, lalu Dia mengiringinya dengan kisah Musa yang juga sebagai hamba, rasul, dan orang yang pernah diajak bicara langsung oleh-Nya. Dalam Al-Qur'an sering Allah menyebutkan kisah tentang Musa dan Nabi Muhammad Saw. secara beriringan, demikian juga penuturan tentang Taurat dan Al-Qur'an. Karena itulah setelah menyebutkan peristiwa Isra, Allah Swt. berfirman:
*Dan Kami berikan kepada Musa kitab.*
Yang dimaksud adalah kitab Taurat.
*...dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), "Janganlah kalian mengambil..."*
Maksudnya janganlah kalian menjadikan.
*...penolong selain Aku."*
Yakni pelindung, penolong, dan sembahan selain Aku. Karena sesungguhnya Allah Swt. selalu menurunkan kepada setiap nabi yang diutus-Nya firmanNya mengatakan, "Sembahlah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya."