**Firman Allah Swt.:**
*Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan.*
Yaitu sebelum datangnya azab, dan sebagai pembawa berita gembira kepada orang-orang yang membenarkan dan beriman kepada rasul-rasul Kami, dan pemberi peringatan terhadap orang-orang yang mendustakan dan menentang mereka.
Kemudian dalam ayat selanjutnya Allah Swt. menyebutkan sikap orang-orang kafir itu melalui firman-Nya:
*...tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan.*
Yakni mereka gunakan kebatilan itu untuk melemahkan.
*...perkara yang hak.*
yang disampaikan oleh para rasul kepada mereka, tetapi upaya yang dilakukan mereka itu tidaklah berhasil.
*...dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan.*
Artinya, mereka menganggap hujah-hujah dan bukti-bukti yang bertentangan dengan hukum alam (mukjizat-mukjizat) yang dibawa oleh para rasul, serta peringatan-peringatan dan ancaman-ancaman azab yang ditujukan kepada mereka, sebagai olok-olokan. Dengan kata lain, mereka yang kafir itu memperolok-olokan para rasul dalam hal tersebut, dan jawaban seperti itu merupakan reaksi dari kedustaan mereka yang berat dan parah.