**Firman Allah Swt.:**
*Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedangkan ia beriman.*
Yaitu kalbunya membenarkan dan anggota tubuhnya mengerjakan amal saleh.
*...maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu.*
semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:
Sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik. (Al Kahfi:30)
Yakni usahanya alias amal perbuatannya tidak akan diingkari, melainkan diberi balasan, dia tidak akan dianiaya barang seberat zarrah pun. Karena itulah dalam akhir ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:
*...sesungguhnya Kami menuliskan amalnya itu untuknya.*
Yaitu semua amal perbuatannya dicatat (di dalam kitab catatan amal masing-masing), maka tiada sesuatu pun dari amal perbuatannya yang tersia-sia.