Firman Allah Swt.:
Dan sesungguhnya mereka telah mengingkari Allah sebelum itu. (Saba':53)
Yaitu mana mungkin iman berhasil mereka raih di negeri akhirat, karena sebelum itu sewaktu di dunia mereka telah ingkar terhadap perkara yang hak dan mendustakan rasul-rasul Allah.
dan mereka menduga-duga tentang yang gaib dari tempat yang jauh. (Saba':53)
Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam sehubungan dengan makna firman-Nya: dan mereka menduga-duga tentang yang gaib (Saba':53) Bahwa makna yang dimaksud adalah menebak-nebak dengan dugaan.
Menurut hemat kami, ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
sebagai terkaan terhadap barang yang gaib. (Al Kahfi:22)
Adakalanya mereka menyebut Nabi Saw. sebagai seorang penyair, dan adakalanya menamainya sebagai tukang ramal, adakalanya menyebutnya sebagai tukang sihir, adakalanya pula mengatakannya sebagai orang gila, dan masih banyak lagi perkataan-perkataan yang batil dari mereka ditujukan kepada Nabi Saw. Mereka mendustakan adanya hari berbangkit dan alam akhirat.
kami sekali-sekali tidak lain hanyalah menduga-duga saja dan kami sekali-sekali tidak meyakininya. (Al-Jasiyah: 32)
Qatadah dan Mujahid mengatakan bahwa mereka mengira tidak ada hari berbangkit, tidak ada surga, dan tidak ada pula neraka.