Firman Allah Swt.:
Dan (orang-orang durhaka) berkata, "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina). Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?” (Shad: 62-63)
Hal ini menceritakan keadaan orang-orang kafir di neraka, bahwa mereka merasa kehilangan banyak orang yang dahulunya mereka kira dalam keadaan sesat. Yang mereka maksudkan sebenarnya adalah orang-orang mukmin, yang menurut dugaan mereka dinilai sesat. Untuk itu mereka mengatakan, "Mengapa kami tidak melihat mereka bersama kami di neraka ini?"
Menurut Mujahid, ini adalah ucapan Abu Jahal. Ia mengatakan, "Mengapa saya tidak melihat Bilal, Amar, Suhaib, dan si Fulan dan si Anu."
Sebenarnya ini adalah tamsil belaka, karena sesungguhnya semua orang kafir mengalami keadaan seperti ini; mereka mempunyai dugaan bahwa orang-orang mukmin masuk neraka. Setelah orang-orang kafir itu dimasukkan ke dalam neraka, maka mereka kehilangan orang-orang mukmin dan tidak melihatnya.