Dalam firman selanjutnya Allah Swt. mencela kaum musyrik pula, yaitu:
Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut. (Az-Zumar: 45)
Yaitu apabila dikatakan kepada mereka, "Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah semata."
kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat. (Az-Zumar: 45)
Mujahid mengatakan bahwa isyma-azzat artinya mengerut; menurut As-Saddi artinya tidak suka; menurut Qatadah artinya kafir dan sombong; dan menurut Malik dari Zaid ibnu Aslam, artinya menjadi sombong, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:
Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka, "La ilaha illallah" (Tiada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah), mereka menyombongkan diri. (Ash-Shaffat: 35)
Yakni tidak mau mengikuti dan tidak mau tunduk kepadanya, maka hati mereka tidak mau menerima kebaikan; dan barang siapa yang tidak menerima kebaikan, berarti menerima keburukan. Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:
Dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut. (Az-Zumar: 45)
Yaitu berhala-berhala dan sekutu-sekutu itu yang disebut, menurut Mujahid.
tiba-tiba mereka bergirang hati. (Az-Zumar: 45)
Maksudnya, gembira dan senang hati.