Firman Allah Swt.:
Maka tatkala mereka melihat azab Kami. (Al-Mu’min: 84)
Yaitu di saat mereka menyaksikan terjadinya azab atas diri mereka dengan mata kepala mereka sendiri.
mereka berkata, "Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.” (Al-Mu’min: 84)
Pada saat itulah mereka mengesakan Allah Swt. dan kafir kepada berhala-berhala, tetapi hal itu terjadinya sesudah nasi menjadi bubur dan tiada gunanya lagi alasan dan permintaan maaf. Seperti yang dikatakan oleh Fir'aun pada saat ia ditenggelamkan, yaitu:
Saya percaya bahwa tiada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). (Yunus: 90)
Maka dijawab oleh Allah Swt. melalui firman-Nya:
Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (Yunus: 91)
Yakni Allah tidak menerima imannya karena dia telah dikutuk oleh Musa a.s. saat Musa a.s. memohon kepada Allah Swt., dan permohonannya diperkenankan, yaitu:
dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih. (Yunus: 88)
Hal yang sama dikatakan oleh Allah Swt. melalui firman-Nya dalam surat ini, yaitu:
Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. (Al-Mu’min: 85)
Demikianlah hukum Allah terhadap orang yang bertobat kepada-Nya di saat ia menyaksikan azab. Yaitu bahwa Allah tidak mau menerima tobatnya. Karena itulah disebutkan di dalam sebuah hadis yang mengatakan:
Sesungguhnya Allah Swt. senantiasa menerima tobat hamba-(Nya) selama dia belum sekarat.
Yakni apabila ia sekarat dan rohnya sampai di tenggorokan dan malaikat maut telah dilihatnya, maka pintu tobat sudah tertutup baginya saat itu.