**Firman Allah :**
*Ketika malam telah menjadi gelap.*
Artinya, kegelapan telah meliputi dan menutupinya.
*...dia melihat sebuah bintang.*
Yakni bintang-bintang di langit.
*...lalu dia berkata, "Inilah Tuhanku.” Tetapi tatkala bintang itu tenggelam.*
Yaitu terbenam dan tidak kelihatan lagi.
Muhammad ibnu Ishaq ibnu Yasar mengatakan bahwa al-uful artinya pergi. Ibnu Jarir mengatakan bahwa disebutkan afalan najmu ya-fulu waya-filu artinya tenggelam, bentuk masdar-nya adalah ufulan dan ufulan, sama dengan apa yang disebutkan oleh Zur Rumah dalam salah satu bait syairnya, yaitu:
Bagaikan pelita-pelita yang gemerlapan, tetapi bukan bintang-bintang yang beredar. Bagaikan bintang-bintang di langit, tetapi bukan seperti bintang-bintang yang lenyap tenggelam.
Bila dikatakan, "Ke manakah kamu selama ini menghilang dari kami?" Artinya, "Ke mana saja kamu absen dari kami?"
*dia berkata, "Saya tidak suka kepada yang tenggelam.”*
Menurut Qatadah, Nabi Ibrahim mengetahui bahwa Tuhannya adalah kekal, tidak akan tenggelam ataupun lenyap.