۞i-muslim

İbn Kesîr Tefsiri — Ibrahim Sûresi 19

İbrahim · Endonezce

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۚ إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ14:19

Allah Swt. menyebutkan tentang kekuasaan-Nya dalam menghidupkan kembali tubuh manusia kelak di hari kiamat, bahwasanya Dialah yang menciptakan langit dan bumi, menciptakan keduanya jauh lebih berat ketimbang menciptakan manusia. Maka bukankah Tuhan yang mampu menciptakan langit —yang tinggi, luas, lagi besar— beserta segala sesuatu yang ada padanya, seperti bintang-bintang yang tetap pada tempatnya dan yang beredar pada garis edarnya serta tanda-tanda (kekuasaan-Nya) yang ada padanya, dan bumi ini beserta segala sesuatu yang ada padanya, yaitu dataran-dataran rendahnya, gunung-gunungnya, hutan rimbanya, padang saharanya, laut-lautnya, pohon-pohonnya, tumbuh-tumbuhannya, dan segala macam hewan yang beraneka ragam jenis, manfaat, bentuk dan warnanya, mampu pula untuk menghidupkan manusia? Jawabannya, tentu saja mampu.

Dalam ayat yang lain disebutkan oleh firman-Nya:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya, (bahkan) sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (Al Ahqaaf:33)

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami men­ciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penentang yang nyata? Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya, ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakan-nyayang pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, yaitu Tuhan yang menjadikan untuk kalian api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kalian nyalakan (api) dari kayu itu.” Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka terjadilah ia. Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kalian dikembalikan. (Yaa Siin:77-­83)

Indonesian translation — likely Pustaka Imam Asy-Syafi'i (M. Abdul Ghoffar)

Unabridged, full isnads

Indonesian translation; publisher unconfirmed. If you hold the rights to this translation, please contact us.