Allah Swt. berfirman dengan nada mengancam:
*Allah berfirman, "Inilah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya)."*
Dengan kata lain, kembali kalian semua adalah kepada-Ku, maka Aku akan membalas kalian sesuai dengan amal perbuatan kalian. Jika amal kalian baik, maka balasannya baik, jika buruk, maka balasannya buruk pula. Sama halnya dengan firman-Nya:
sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi. (89:14)
Menurut pendapat lain, jalan yang benar kembalinya kepada Allah dan berujung kepada-Nya. Demikianlah menurut Mujahid Al-Hasan dan Qatadah, sama dengan firman-Nya:
Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus. (An Nahl:9)
Qais ibnu Ubadah, Muhammad ibnu Sirin, dan Qatadah mengartikan ayat ini, yaitu firman-Nya: Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya). (Al Hijr:41) Sama dengan firman-Nya:
Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu dalam induk Al-Kitab (Lauh Mahfuz) di sisi Kami adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah. (Az Zukhruf:4)
Yakni bernilai tinggi.
Akan tetapi, pendapat yang terkenal adalah yang pertama tadi.