Dalam pembahasan terdahulu pada permulaan kitab tafsir telah disebutkan bahwa Allah Swt. memuji diri-Nya sendiri Yang Mahasuci pada permulaan semua urusan dan pungkasannya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Terpuji dalam semua keadaan, bagi-Nya sesala puji, baik di dunia maupun di akhirat. Maka dalam permulaan surat ini Dia memulainya dengan pujian terhadap diri-Nya sendiri, bahwa Dia telah menurunkan KitabNya (Al-Qur'an) yang mulia kepada rasul-Nya yang mulia, yaitu Muhammad Saw. Sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah nikmat yang paling besar yang dianugerahkan oleh Allah Swt. kepada penduduk bumi, karena berkat Al-Qur'an mereka dikeluarkan dari kegelapan menuju kepada cahaya yang terang. Kitab Al-Qur'an adalah kitab yang iurus, tiada kebengkokan dan tiada penyimpangan di dalamnya, bahkan Al-Qur'an memberikan petunjuk kepada manusia ke jalan yang lurus. Kitab Al-Qur'an adalah kitab yang jelas, terang, dan gamblang, memberikan peringatan terhadap orang-orang kafir dan menyampaikan berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Karena itulah Allah Swt. berfirman:
*...dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya.*
Artinya. Allah tidak menjadikannya mengandung kebengkokan, tidak pula kesesatan, tidak pula penyimpangan, bahkan Al-Qur'an dijadikan-Nya pertengahan lagi lurus. Seperti yang disebutkan firman-Nya:
sebagai bimbingan yang lurus. (Al Kahfi:2)