۞i-muslim

İbn Kesîr Tefsiri — Taha Sûresi 10

Tâ-Hâ · Endonezce

إِذْ رَءَا نَارًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ ٱمْكُثُوٓا۟ إِنِّىٓ ءَانَسْتُ نَارًا لَّعَلِّىٓ ءَاتِيكُم مِّنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى ٱلنَّارِ هُدًى20:10

Ketika Musa dalam keadaan kedinginan, tiba-tiba ia melihat cahaya api yang bersumber dari arah Bukit Tur, yang ada di sebelah kanannya. Maka Musa berkata kepada keluarganya seraya menyenangkan hati mereka:

Sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit darinya kepada kalian. (Thaahaa:10)

Yakni sebuah obor api. Di dalam ayat lain disebutkan melalui firman-Nya dengan ungkapan lain, yaitu:

atau (membawa) suluh api. (Al Qashash:29)

Yaitu obor api.

agar kalian dapat menghangatkan badan. (Al Qashash:29)

Hal ini menunjukkan bahwa saat itu cuaca sangat dingin. Sedangkan yang disebutkan dalam ayat ini yaitu oleh firman-Nya, "Biqabasin, " yang artinya obor api, hal ini menunjukkan bahwa suasana malam itu sangat gelap.

**Firman Allah Swt.:**

*...atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.*

Yakni seseorang yang menunjukkan jalan kepadaku. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Musa a.s. saat itu sesat jalan.

Hal ini seperti apa yang diriwayatkan oleh As-Sauri, dari Abu Sa'd Al-A'war, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

*...atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu.* Yaitu seseorang yang memberikan petunjuk jalan kepadaku.

Mereka saat itu berada di musim dingin dan sesat jalan. Ketika Musa melihat api, ia berkata, "Jika aku tidak menjumpai seseorang yang menunjukkan kepadaku jalan yang sebenarnya, aku akan mendatangkan kepadamu api yang dapat dipakai untuk berdiang kalian."

Indonesian translation — likely Pustaka Imam Asy-Syafi'i (M. Abdul Ghoffar)

Unabridged, full isnads

Indonesian translation; publisher unconfirmed. If you hold the rights to this translation, please contact us.