Firman Allah.Swt.:
Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu? (An-Najm: 55)
Yaitu nikmat Allah yang manakah yang kamu ragukan, hai manusia? Demikianlah menurut Qatadah.
Ibnu Juraij mengatakan bahwa firman-Nya: Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu? (An-Najm: 55) ditujukan kepada Nabi Muhammad Saw. Akan tetapi, pendapat yang pertamalah yang utama, dan menjadi pilihan Ibnu Jarir.