Firman Allah Swt.:
Dan beritahukanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka. (Al-Qamar: 28)
Yakni sehari untuk minum mereka dan di hari yang lainnya untuk unta betina itu. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
Saleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu.” (Asy-Syu’ara: 155)
Adapun firman Allah Swt.:
tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). (Al-Qamar: 28)
Menurut Qatadah, makna yang dimaksud ialah apabila unta itu pergi barulah mereka mendatangi sumber air itu; dan apabila unta itu datang (tiba gilirannya), maka mereka dapat memerah air susunya.
Dalam firman selanjutnya disebutkan:
Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. (Al-Qamar: 29)
Ulama tafsir mengatakan bahwa dia adalah si penyembelih unta betina itu, namanya Qaddar ibnu Salif, dan dia adalah orang yang paling jahat di antara mereka. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka. (Asy-Syams: 12)