۞i-muslim

İbn Kesîr Tefsiri — Al-Haqqah Sûresi 10

Gerçekleşen Olay · Endonezce

فَعَصَوْا۟ رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَّابِيَةً69:10

Kemudian Allah Swt. berfirman dalam ayat berikutnya:

{وَجَاءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهُ}

Dan telah datang Fir’aun dan orang-orang yang sebelumnya. (Al-Haqqah: 9)

Menurut suatu qiraat dibaca qiblihi dengan huruf qaf yang di-kasrah-kan, artinya dari sisi Fir'aun, yakni mereka yang berada di masanya dari kalangan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang kafir dari bangsa Egypt. Sedangkan ulama lainnya membacanya qablahu, yang artinya orang-orang yang sebelumnya dari kalangan umat-umat yang berperi laku seperti dia.

Firman Allah Swt:

{وَالْمُؤْتَفِكَاتُ}

dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan. (Al-Haqqah: 9)

Mereka adalah umat-umat yang mendustakan rasul-rasulnya.

{بِالْخَاطِئَةِ}

karena kesalahan yang besar. (Al-Haqqah: 9)

Yaitu mendustakan apa yang diturunkan oleh Allah Swt.

Menurut Ar-Rabi' ibnu Anas, arti khati-ah ialah perbuatan maksiat.

Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah kesalahan yang besar. Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

{فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ}

Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka. (Al-Haqqah: 10)

Lafaz rasul merupakan isim jenis, artinya masing-masing dari mereka telah mendustakan utusan Allah yang dikirim kepada mereka. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ

semuanya telah mendustakan rasul-rasul, maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan. (Qaf: 14)

Barang siapa yang mendustakan seorang rasul, berarti dia mendustakan semua rasul. Seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ

Kaum Nuh telah mendustakan para rasul. (Asy-Syu'ara: 105)

كَذَّبَتْ عادٌ الْمُرْسَلِينَ

Kaum Ad telah mendustakan para rasul. (Asy-Syu'ara: 123)

Dan firman Allah Swt.:

كَذَّبَتْ ثَمُودُ الْمُرْسَلِينَ

Kaum Samud telah mendustakan rasul-rasul. (Asy-Syu'ara: 141)

Karena sesungguhnya yang datang kepada tiap umat hanyalah seorang rasul. Untuk itulah maka disebutkan dalam surat ini oleh firman-Nya:

{فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَابِيَةً}

Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras. (Al-Haqqah; 10)

Yakni siksaan yang besar, keras, lagi menyakitkan. Mujahid mengatakan bahwa rabiyah artinya keras. As-Saddi mengatakan siksaan yang membinasakan.

Indonesian translation — likely Pustaka Imam Asy-Syafi'i (M. Abdul Ghoffar)

Unabridged, full isnads

Indonesian translation; publisher unconfirmed. If you hold the rights to this translation, please contact us.