۞i-muslim

İbn Kesîr Tefsiri — At-Tariq Sûresi 11–17

Gece Geleni · Endonezce

وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجْعِ86:11

وَٱلْأَرْضِ ذَاتِ ٱلصَّدْعِ86:12

إِنَّهُۥ لَقَوْلٌ فَصْلٌ86:13

وَمَا هُوَ بِٱلْهَزْلِ86:14

إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا86:15

وَأَكِيدُ كَيْدًا86:16

فَمَهِّلِ ٱلْكَـٰفِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًۢا86:17

Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-raj'u ialah hujan, dan diriwayatkan pula darinya bahwa yang dimaksud adalah awan yang mengandung air hujan. Menurut riwayat lainnya lagi yang juga bersumber darinya, sehubungan dengan makna firman-Nya:

{وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ}

Demi langit yang mengandung hujan. (Ath-Thariq: 11)

Yakni menurunkan hujan, kemudian menurunkan hujannya lagi. Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah yang mengembalikan rezeki hamba-hamba setiap tahunnya; seandainya tidak demikian, niscaya binasalah mereka dan juga hewan ternak mereka.

Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah yang kembali bintang-bintangnya, mataharinya, dan rembulannya datang dari arah ini.

{وَالأرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ}

dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan. (Ath-Thariq: 12)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah terbelahnya bumi mengeluarkan tetumbuhannya. Hal yang sama dikatakan oleh Sa'id ibnu Jubair, Ikrimah, Abu Malik, Ad-Dahhak, Al-Hasan, Qatadah, As-Saddi, dan selain mereka yang bukan hanya seorang.

Firman Allah Swt.:

{إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ}

sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil. (Ath-Thariq: 13)

Ibnu Abbas mengatakan, faslun artinya yang hak atau yang benar. Hal yang sama dikatakan oleh Qatadah, sedangkan yang lain mengatakan hukum yang adil.

{وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ}

dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau. (Ath-Thariq: 14)

Yakni bahkan Al-Qur'an itu sungguhan dan benar. Kemudian Allah menceritakan perihal orang-orang kafir, bahwa mereka mendustakan Al-Qur'an dan menghalang-halangi manusia dari mengikuti jalannya. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

{إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا}

Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. (Ath-Thariq: 15)

Mereka membuat tipu daya dalam seruannya kepada manusia untuk mengelabui mereka agar menentang Al-Qur'an. Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

{فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ}

Karena itu, beri tangguhlah orang-orang kafir itu. (Ath-Thariq: 17)

Yakni berilah mereka masa tangguh dan janganlah kamu tergesa-gesa terhadap mereka.

{أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا}

yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar. (Ath-Thariq: 17)

Maksudnya, waktu sebentar. Maka kelak kamu akan menyaksikan apa yang bakal menimpa mereka, yaitu azab, pembalasan, dan hukuman serta kehancuran. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain:

نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلًا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلى عَذابٍ غَلِيظٍ

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras. (Luqman: 24)

Indonesian translation — likely Pustaka Imam Asy-Syafi'i (M. Abdul Ghoffar)

Unabridged, full isnads

Indonesian translation; publisher unconfirmed. If you hold the rights to this translation, please contact us.