İbn Kesîr Tefsiri · Endonezce
Al-Fajr Sûresi
Şafak · 14 bölüm
الفجر
- 1–2. âyetlerAl-Fajr merupakan suatu hal yang telah dimaklumi, yaitu subuh, menurut Ali, Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujaliid, dan As-Saddi. Diriwayatkan pula dari Masruq dan Muhammad ibnu Ka'b, bahwa makna yang dimaksud dengan fajr ialah fajar Hari Raya Idul…
- 3. âyetFirman Allah Swt.: dan yang genap dan yang ganjil. (Al-Fajr: 3) Dalam hadis di atas telah disebutkan bahwa yang dimaksud dengan al-watr ialah hari 'Arafah karena jatuh pada tanggal sembilan Zul Hijjah, dan yang dimaksud dengan asy-syaf'u…
- 4. âyetFirman Allah Swt: dan malam bila berlalu. (Al-Fajr: 4) Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah malam hari apabila telah berlalu. Dan Abdullah ibnuz Zubair telah mengatakan sehubungan dengan makna…
- 5–6. âyetlerFirman Allah Swt.: Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal. (Al-Fajr: 5) Maksudnya, bagi orang yang mempunyai akal dan pemikiran. Sesungguhnya akal dinamakan hijr (pencegah) karena ia…
- 7. âyetFirman Allah Swt.: (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi. (Al-Fajr: 7) Berkedudukan sebagai 'ataf bayan untuk menambah keterangan perihal identitas mereka, dan firman-Nya: yang mempunyai bangunan-bangunan yang…
- 8–9. âyetlerFirman Allah Swt.: yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain. (Al-Fajr: 8) Ibnu Zaid mengatakan bahwa domir yang ada merujuk kepada 'imad karena ketinggiannya yang tidak terperikan, dan ia mengatakan bahwa…
- 10–14. âyetlerFirman Allah Swt.: dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak. (Al-Fajr: 10) Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan al-autad ialah bala tentaranya yang mendukung dan menguatkan kedudukannya. Menurut suatu…
- 15–20. âyetlerAllah Swt. berfirman, mengingkari sifat manusia yang apabila Allah meluaskan baginya dalam hal rezeki untuk mengujinya melalui rezeki itu, maka ia menganggap bahwa hal itu merupakan kemuliaan dari Allah Swt. untuk dirinya. Padahal…
- 21. âyetAllah Swt. menceritakan peristiwayang terjadi pada hari kiamat, yaitu huru-hara yang amat besar. Untuk itu Allah Swt. berfirman: Jangan (berbuat demikian). (Al-Fajr: 21) Yakni benar. Apabila bumi diguncangkan berturut-turut. (Al-Fajr: 21)…
- 22. âyetdan datanglah Tuhanmu. (Al-Fajr: 22) Yakni untuk memutuskan peradilan dengan hukum-Nya di antara makhluk-Nya. Demikian itu terjadi setelah mereka memohon syafaat kepada Allah Swt. melalui penghulu anak Adam secara mutlak, yaitu Nabi…
- 23. âyetFirman Allah Swt.: dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahanam, (Al-Fajr: 23) Imam Muslim ibnul Hajjaj telah mengatakan di dalam kitab sahihnya, bahwa: telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Hafs ibnu Gayyas., telah menceritakan kepada…
- 24. âyetDia mengatakan, "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Al-Fajr: 24) Yaitu dia menyesali perbuatan-perbuatan durhaka yang telah dikerjakannya di masa lalu jika dia orang yang durhaka, Dan dia…
- 25. âyetFirman Allah Swt.: {فَيَوْمَئِذٍ لَا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ} Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya. (Al-Fajr: 25) Yakni tiada seorang pun yang lebih keras siksaannya terhadap orang yang durhaka kepadanya…
- 26–30. âyetlerFirman Allah Swt. dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatannya. (Al-Fajr: 26) Artinya tiada seorang pun yang lebih keras ikatannya dan pukulannya daripada ikatan dan pukulan Malaikat Zabaniyah (juru siksa) terhadap orang-orang…