Allah Swt. berfirman, menceritakan tentang kerasnya kekafiran dan keingkaran orang-orang kafir. Hal ini terbaca dari ucapan mereka, seperti yang disitir oleh firman-Nya:
Mengapakah tidak diturunkan malaikat kepada kita. (Al Furqaan:21)
Yakni untuk membawa risalah sebagaimana risalah diturunkan kepada para nabi, seperti yang diceritakan oleh Allah Swt. dalam ayat lain menyitir ucapan mereka melalui firman-Nya:
Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah. (Al An'am:124)
Makna ayat ini dapat pula ditakwilkan bahwa maksud mereka yang diutarakan oleh firman-Nya:
Mengapakah tidak diturunkan malaikat kepada kita. (Al Furqaan:21)
sehingga kita dapat melihat mereka dan mereka memberitahukan kepada kita bahwa Muhammad adalah utusan Allah, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya menceritakan perkataan mereka:
atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. (Al Israa':92)
Tafsir atau makna ayat ini telah diterangkan di dalam surat Al-Isra. Karena itu, dalam ayat ini disebutkan bahwa mereka (orang-orang kafir) mengatakan:
atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita? (Al Furqaan:21)
Dalam firman selanjutnya disebutkan:
Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman. (Al Furqaan:21)
Dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:
Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka. (Al An'am:111), hingga akhir ayat.