۞i-muslim

İbn Kesîr Tefsiri — Al-Muddaththir Sûresi 32–37

Bürünen · Endonezce

كَلَّا وَٱلْقَمَرِ74:32

وَٱلَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ74:33

وَٱلصُّبْحِ إِذَآ أَسْفَرَ74:34

إِنَّهَا لَإِحْدَى ٱلْكُبَرِ74:35

نَذِيرًا لِّلْبَشَرِ74:36

لِمَن شَآءَ مِنكُمْ أَن يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ74:37

Kemudian Allah Swt. berfirman:

Sekali-kali tidak, demi bulan, dan malam ketika telah berlalu. (Al-Muddatstsir: 32-33)

Adbara artinya berpaling maksudnya berlalu.

dan subuh apabila mulai terang. (Al-Muddatstsir: 34)

Yaitu mulai bersinar memancarkan cahayanya.

Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar. (Al-Muddatstsir: 35)

Yakni salah satu dari azab yang amat besar, maksudnya neraka Saqar. Demikianlah menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan Ad-Dahhak serta selain mereka yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf.

sebagai ancaman bagi manusia, (yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. (Al-Muddatstsir: 36-37)

Yaitu bagi siapa yang mau menerima peringatan dan menempuh jalan petunjuk yang hak; atau siapa yang mundur darinya dan berpaling serta menolaknya.

Indonesian translation — likely Pustaka Imam Asy-Syafi'i (M. Abdul Ghoffar)

Unabridged, full isnads

Indonesian translation; publisher unconfirmed. If you hold the rights to this translation, please contact us.