Demikian pula keadaannya jika ia mendapat nikmat sesudah sengsara, sebagaimana disebutkan oleh Allah Swt.:
*...niscaya dia akan berkata, "Telah hilang bencana-bencana itu dariku."*
Yaitu tidak akan ada kesengsaraan dan bencana lagi yang menimpaku sesudah ini.
*...sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga.*
Maksudnya, merasa sangat gembira dengan nikmat yang ada di tangannya, lalu ia bersikap angkuh dan sombong terhadap orang lain.