Mereka menjawab Syu'aib dengan nada memperolok-olok, semoga Allah melaknat mereka.
*Apakah sembahyangmu.*
Menurut Al-A'masy, makna yang dimaksud ialah apakah kitab bacaanmu.
*...menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami. *
Yakni berhala-berhala dan patung-patung.
*...atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami.*
Lalu kami tidak lagi melakukan kecurangan dalam takaran hanya karena ucapanmu. Yang dimaksud adalah harta kami, kami berbuat menurut apa yang kami kehendaki.
Al-Hasan mengatakan sehubungan dengan firman-Nya :
*Apakah sembahyangmu menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami?* Yakni demi Allah, sesungguhnya salat Syu'aib benar-benar memerintahkan kepada mereka agar meninggalkan apa yang disembah oleh nenek moyang mereka.
As-Sauri mengatakan sehubungan firman-Nya:
*...atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami.* Yang-mereka maksudkan ialah zakat.
*Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal*
Ibnu Abbas, Maimun ibnu Mahran, Ibnu Juraij, Aslam, dan Ibnu Jarir mengatakan bahwa mereka mengucapkan kalimat tersebut kepada Nabi Syu'aib dengan nada memperolok-olok. Mereka adalah musuh Allah, semoga Allah melaknat mereka, dan memang laknat Allah menimpa mereka.