**Firman Allah Swt.:**
*Dan sempurnakanlah takaran apabila kalian menakar.*
Yakni kalian tidak boleh melipat (mengurangi)nya. Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
dan janganlah kalian kurangkan bagi manusia barang-barang takaran. (Al A'raf:85)
*...dan timbanglah dengan neraca yang benar.*
Qistas sewazan dengan lafaz qirtas (kertas), dapat dibaca qurtas. artinya timbangan. Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan qistas menurut bahasa Romawi artinya neraca timbangan.
**Firman Allah Swt.:**
*...yang benar.*
Yaitu neraca yang tidak miring, tidak melenceng, dan tidak kacau (bergetar).
*Itulah yang lebih utama.*
Maksudnya, lebih utama bagi kalian daiam kehidupan dunia dan akhirat. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:
*...dan lebih baik akibatnya.*
Yakni lebih baik akibatnya bagi kehidupan akhirat kalian.
Sa'id telah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:
*Itulah yang lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.* Yakni lebih baik pahalanya dan lebih baik akibatnya.
Ibnu Abbas pernah berkata, "Hai para mawali (pelayan) sesungguhnya kalian diserahi dua perkara yang pernah mengakibatkan kebinasaan manusia di masa sebelum kalian, yaitu takaran dan timbangan ini."
Dan Qatadah pernah mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa Nabi Saw. pernah bersabda:
Tidak sekali-kali seseorang mampu berbuat hal yang haram, lalu ia meninggalkannya yang tiada lain karena takut kepada Allah, kecuali Allah menggantikan baginya dengan segera di dunia ini sebelum akhiratnya sesuatu yang jauh lebih baik daripada hal yang haram itu.