Allah Swt. menyebutkan bahwa Kami bangkitkan mereka dalam keadaan buta, tuli, dan bisu sebagai pembalasan Kami terhadap mereka yang berhak menerimanya, karena mereka mendustakan:
*...ayat-ayat Kami.*)
Yaitu bukti-bukti dan hujah-hujah Kami, serta mereka tidak percaya dengan adanya hari berbangkit.
*...dan (karena mereka) berkata, "Apakah bila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur."*
Yakni tulang belulang yang telah hancur luluh menjadi debu.
*"Apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?"*
Maksudnya, apakah sesudah diri kami menjadi tulang-belulang yang telah hancur dan rapuh serta menyatu dengan tanah, lalu kami akan dibangkitkan menjadi hidup kembali?
Maka Allah membantah ucapan mereka dengan mengingatkan mereka akan kekuasaan-Nya yang mampu melakukan hal itu, bahwa Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi. Kekuasaan-Nya untuk mengembalikan mereka menjadi hidup kembali jauh lebih mudah daripada menciptakan langit dan bumi, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia. (Al-Mu’min: 57)
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? (Al Ahqaaf:33), hingga akhir ayat.
Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka terjadilah ia. (Yaa Siin:81-82)