Allah Swt. berfirman kepada Nabi-Nya:
*Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia) kehidupan dunia.*
tentang kefanaannya, bahwa dunia itu pasti lenyap dan habis masanya.
*...sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi.*
Maksudnya, biji-bijian yang ditanam padanya menjadi subur dan tumbuh dengan pesat, berbunga, bercahaya serta hijau segar. Sesudah itu semua disebutkan oleh firman-Nya:
Kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. (Al Kahfi:45)
Yakni kering kerontang berhamburan tertiup oleh angin ke segala arah.
*Dan adalah Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.*
Artinya, Dia mampu menciptakan keadaan seperti itu dan membuat perumpamaan seperti itu. Sering sekali Allah Swt. membuat perumpamaan seperti itu untuk kehidupan dunia, seperti apa yang disebutkan-Nya dalam surat Yunus melalui firman-Nya:
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang di makan manusia dan binatang ternak. (Yunus:24), hingga akhir ayat.
Dan firman Allah Swt. dalam surat Az-Zumar, yaitu:
Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit. Maka diaturnya menjadi sumber-sumber di bumi, kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya. (Az Zumar:21), hingga akhir ayat.
Dalam surat Al-Hadid disebutkan oleh firman-Nya:
Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah antara kalian serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani. (Al-Hadid : 20), hingga akhir ayat.
Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan:
Dunia itu adalah hijau lagi manis.