**Firman Allah Swt.:**
*Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka.*
seraya membisikkan di antara sesama mereka dengan sembunyi-sembunyi.
*Orang ini tiada lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu.*
Yang mereka maksudkan adalah Rasulullah Saw. Mereka tidak percaya beliau menjadi seorang nabi, mengingat beliau adalah seorang manusia sama dengan mereka, mana mungkin ia mendapat keistimewaan beroleh wahyu, sedangkan mereka tidak. Karena itu, dalam perkataan mereka selanjutnya disebutkan dalam firman-Nya:
*...maka apakah kalian menerima sihir, padahal kalian menyaksikannya?*
Yakni apakah kalian mau mengikutinya, sehingga akibatnya kalian sama dengan orang yang melakukan sihir, sedangkan ia mengetahui bahwa apa yang dilakukannya itu adalah ilmu sihir.