**Firman Allah :**
*Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami.*
Yakni mendustakan dan memperolok-olokkannya.
*...maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain.*
Yakni sehingga pembicaraan mereka beralih kepada hal yang lain yang bukan kedustaan mereka.
*Dan jika setan menjadikan kamu lupa.*
Makna yang dimaksud ialah tiap-tiap orang dari kalangan umat ini dilarang duduk dengan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, yaitu mereka yang mengubah ayat-ayat Allah dan menakwiIkannya bukan dengan takwil yang semestinya. Jika seseorang duduk bersama mereka karena lupa:
*...maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat.*
Maksudnya, sesudah kamu ingat akan larangan ini. Karena itu, di dalam sebuah hadis disebutkan:
Dimaafkan dari umatku (perbuatan) keliru, lupa, dan hal yang dipaksakan kepada mereka.
As-Saddi telah meriwayatkan dari Abu Malik dan Sa'id ibnu Jubair sehubungan dengan firman-Nya: Dan jika setan menjadikan kamu lupa. (Al An'am:68) Artinya, apabila kamu lupa, lalu kamu ingat. maka janganlah kamu duduk (Al An'am:68) Yakni bersama mereka.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Muqatil ibnu Hayyan.
Ayat inilah yang diisyaratkan oleh firman Allah Swt. yang mengatakan:
Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kalian di dalam Al-Qur’an bahwa apabila kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kalian duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kalian berbuat demikian), tentulah kalian serupa dengan mereka. (An Nisaa:140), hingga akhir ayat.
Dengan kata lain, jika kalian tetap duduk bersama mereka dan kalian setuju akan pembicaraan tersebut, berarti kalian sama dengan mereka dalam perbuatannya.