**Firman Allah Swt.:**
*(Yaitu) pada hari (ketika) kamu melihat.*
Ungkapan ini mengandung pengertian yang sama dengan keterangan keadaan. Karena itu, dijelaskan dalam firman berikutnya:
*lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya.*
Yaitu kengerian yang dialaminya membuatnya lupa kepada orang yang paling disayanginya, padahal dia adalah orang yang paling sayang kepada anaknya, saat itu ia lupa kepada anak yang disusuinya, padahal si anak sangat membutuhkan persusuannya. Karena itu, disebutkan oleh firman-Nya, "Kullu murdi'atin (semua wanita yang menyusui anaknya)" tidak disebutkan, "Kullu murdi'in (semua wanita yang menyusui).
**Firman Allah Swt.:**
dari anak yang disusuinya. (Al Hajj:2)
Maksudnya, dari anak yang disusuinya sebelum mencapai usia penyapihannya.
**Firman Allah Swt.:**
*dan gugurlah kandungan semua wanita yang hamil.*
Yakni sebelum masa kandungannya sempurna karena kerasnya kengerian di hari itu.
*dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk.*
Menurut qiraat lain dibaca sakra. Yakni disebabkan dahsyatnya peristiwa yang terjadi dan mereka alami pada hari itu hilanglah kesadaran akal mereka, begitu pula ingatan mereka. Barang siapa yang melihat mereka, pasti menduga mereka mabuk.
*padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.*