Firman Allah Swt.:
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. (Asy-Syu'ara': 84)
Yakni jadikanlah aku seorang yang menjadi buah tutur yang baik sesudahku yang selalu diingat dan dianuti dalam kebaikan. Sama halnya dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu), "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (As-Saffat: 108-110)
Mujahid dan Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. (Asy-Syu'ara': 84) Yaitu sanjungan yang baik. Mujahid mengatakan bahwa semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya: Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. (An-NahI: 122), hingga akhir ayat. Dan firman Allah Swt. lainnya, yaitu: Dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia. (Al-'Ankabut: 27), hingga akhir ayat.
Lais ibnu Abu Sulaim mengatakan bahwa semua agama mencintainya dan memihaknya. Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah.