**Firman Allah :**
*Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya*
Artinya, Kami arahkan dan Kami ajarkan kepadanya cara mendebat mereka. Menurut Mujahid dan lain-lainnya, hal yang dimaksud ialah seperti yang tertera di dalam firman-Nya:
Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kalian persekutukan (dengan Allah), padahal kalian tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujah kepada kalian untuk mempersekutukan-Nya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang berhak mendapat keamanan? (Al An'am:81), hingga akhir ayat.
Dan Allah telah membenarkannya serta menceritakan baginya akan mendapat keamanan dan hidayah melalui firman-Nya:
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al An'am:82)
Setelah kesemuanya itu Allah Swt. berfirman:
*Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat.*
Lafaz darajatin man dapat dibaca dengan susunan idafah, dapat pula dibaca tanpa susunan idafah, seperti halnya yang ada pada surat Yusuf, kedua bacaan tersebut mempunyai makna yang hampir sama (berdekatan).
**Firman Allah :**
*Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.*
Yakni Mahabijaksana dalam semua ucapan dan perbuatan-Nya, lagi Maha Mengetahui terhadap siapa yang akan diberi-Nya hidayah dan siapa yang akan disesatkan-Nya, sekalipun telah terbukti baginya semua hujah dan bukti-bukti. Seperti yang disebutkan oleh Allah Swt. Dalam ayat lain:
Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (Yunus:96-97)
Karena itulah dalam surat ini disebutkan melalui firman-Nya:
*Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui.*