Dalam firman berikutnya disebutkan:
Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan. (Al-Mursalat: 8)
Maksudnya, sinarnya lenyap. Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
dan apabila bintang-bintang berjatuhan. (At-Takwir: 2)
dan firman Allah Swt.:
dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan. (Al-Infitar: 2)
Adapun firman Allah Swt.:
dan apabila langit telah dibelah. (Al-Mursalat: 9)
Yaitu belah, pecah, dan semua bagiannya turun serta semua sisinya melemah.
dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu. (Al-Mursalat: 10)
Yakni dilenyapkan sehingga tiada bekasnya sama sekali, semakna dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:
Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah, "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya." (Thaha: 105)
Dan firman Allah Swt.:
Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka. (Al-Kahfi: 47)